23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menerima Tanpa Terlena

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
April 23, 2019
in Esai
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Seseorang menulis pesan. Isinya begini, “Bijaksanalah dengan pikiran, kecerdasan membuatnya terobsesi kecurigaan, jangankan pada cahaya dan bayang yang tertangkap mata, dan mata hati, bahkan ia juga curiga pada bayangannya sendiri. Buatlah pikiran jadi bijak, berpijak pada tempatnya, menerima tanpa terlena”.

Pesan itu membuat saya tertegun dan tidak berhenti memikirkan maksudnya. Seperti biasa, hasil dari memikir-mikirkan, bukanlah jawaban yang datang tapi pertanyaan. Apakah pikiran selalu menghasilkan kecurigaan? Jika iya, mengapa demikian?

Pertanyaan semacam itu wajar saja bisa lahir. Bahkan ada banyak pertanyaan yang bisa dilahirkan dari satu objek saja. Tugas selanjutnya adalah mencari dan menemukan jawaban. Yang namanya jawaban tidak datang begitu saja. Dia mesti diawali dengan pencarian. Maka mari kita mulai mencari jawaban atas pertanyan tadi.

Tentang pikiran, ada banyak pustaka-pustaka lontar yang memuatnya. Ada yang menulisnya sebagai pikiran, ada juga yang menganalogikannya dengan benda lain. Mpu Tanakung menganalogikan pikiran seperti telaga yang di dalamnya terdapat lingga. Ada juga yang menganalogikannya dengan danau yang lebih besar. Ada juga yang menganalogikan pikiran seperti lautan yang bergejolak. Jadi sejauh ini ada tiga analogi pikiran: telaga, danau dan lautan.

Selain tiga hal tadi, ada lagi analogi pikiran yang bisa ditemukan dalam satu bagian dari kakawin Arjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa yang terkenal itu. Mpu Kanwa mengibaratkan pikiran seperti air di dalam gentong. Hanya dalam gentong yang airnya jernih bayangan bulan akan terlihat. Jadi ada empat analogi pikiran yaitu telaga, danau, lautan dan air dalam gentong. Keempatnya meski terlihat berbeda, sesungguhnya memiliki persamaan. Persamaan keempatnya adalah air. Singkatnya, pikiran diibaratkan seperti air.

Ungkapan seperti itu, tidak hanya terdapat dalam pustaka-pustaka kuno. Konsep pikiran yang seperti air, ada juga dalam peribahasa “seperti air di atas daun talas”. Yang artinya kurang lebih adalah tidak tetap pendirian. Apalah yang menyebabkan ketidaktetapan itu kecuali pikiran yang berubah-ubah. Gitu. Maka hati-hatilah pada pikiran! Orang boleh membayangkan masa depan dengan pikiran.

Ia juga boleh mengenang masa lalu dengan pikiran. Tapi kehidupan adalah yang terjadi sekarang, meski hidup yang sekarang itu selalu menjadi masalalu. Bagaimana membijaksanai hal ini?

Membijaksanai waktu, berarti ada tiga rangkaian waktu yang mesti dipahami betul-betul. Tiga rangkaian itu adalah masa lalu, masa depan dan masa kini. Tiga rangkaian itu juga disebut Tri Samaya. Ketiga aliran waktu ini memiliki Nyasa yang juga adalah sekaligus mantra. Mantra ketiga aliran waktu ini ada tiga dengan masing-masing tiga dewanya. Untuk lebih jelasnya, silahkan tanyakan pada yang tahu. Sebagai petunjuk, ketiga mantra itu konon bergerak dalam dua arah.

Waktu juga mengalir, jadi ia juga mirip dengan pikiran dan air. Karena waktu itu mengalir, jadi segala macam hal dilewati oleh waktu. Karena segalanya dilewati, maka segalanya ditelan oleh waktu. Ciri-ciri sesuatu ditelan waktu adalah perubahan. Dengan cara pandang seperti itu, kita bisa mendapatkan sesuatu yang berbeda sama sekali. Contohnya adalah gunung yang konon tidak berpindah-pindah. Karena gunung tidak berpindah, maka ia disebut Acala.

Tidak berpindah, bukan berarti gunung tidak berubah. Sebab menurut suatu ajaran yang dapat ditelusuri sumbernya, konon segala yang berbentuk pastilah akan berubah. Itulah sebabnya, meski gunung yang terlihat tenang itu tidak berpindah, bukan berarti ia akan selalu diam. Sesekali ia akan meletus. Barangkali, bentuknya juga akan berubah. Perubahan bentuk gunung, bisa disebabkan bermacam-macam. Salah satunya adalah karena memang perubahannya alami. Salah duanya, karena manusia yang merubah atas dasar banyak kepentingan.

Kita tinggalkan dulu pembicaraan tentang gunung itu. Mari kita lanjutkan lagi tentang air dan pikiran. Karena pikiran adalah air, maka sifat-sifat pikiran bisa dibandingkan dengan air. Sifat air adalah mengalir. Oleh orang-orang bijaksana, yang mengalir itu disebutnya Saraswati. Mungkin itu sebabnya, ada aliran air sungai bernama Saraswati. Juga ada aliran pikiran berpengetahuan disebut dengan nama yang sama.

Yang namanya pikiran, bisa meresap dimana saja. Dia bisa ke kanan, dan ke kiri. Dia juga bisa ke depan dan belakang. Bahkan bisa juga ia ke atas dan ke bawah. Pikiran bisa meresap, karena ia sangat kecil. Pikiran juga sangat ringan. Saking ringannya dia bisa terbang kemana-mana. Bahkan dia bisa mengatasi segalanya yang berat-berat. Orang ada di kutub utara, pikirannya sudah di selatan.

Selalu begitu. Karena itulah, konon ada orang yang berusaha mengikat pikirannya. Caranya? Ya dengan tali berupa pikiran yang berpikir. Buktinya? Coba pikirkan satu titik di tengah-tengah dahi. Maka bagi pikiran yang sudah terlatih, ia akan memusatkan pikirannya pada titik itu. Bagi yang kurang berlatih, pikiran punya cara yang halus untuk mengubah titik pusat.

Sifat pikiran yang lain adalah sangat besar. Saking besarnya, ia bisa memenuhi segala ruang. Tidak ada ruang yang tidak terpenuhi olehnya. Konsekuensi dari hal itu, maka segala ruang yang ada di dunia ini dipenuhi oleh pikiran-pikiran. Sifat pikiran yang besar ini disebut Mahima. Berasal dari kata Maha yang berarti besar. Jika ada yang bernama Mahima, barangkali harapannya agar menjadi sangat besar.

Pikiran juga sangat cepat. Saking cepatnya, segala tempat dapat segera dicapainya. Sampai adalah nama lain dari prapta. Karena pikiran selalu cepat sampai, maka disebutlah dia dengan prapti. Pikiran juga adalah penguasa yang tidak bisa dilawan kehendaknya. Ia selalu dibayangkan seperti raja. Karena ia raja, maka segalanya diperintahkan olehnya. Mungkin ini sebabnya, dalam banyak sekali lontar-lontar, banyak yang menggunakan pikiran untuk memerintahkan sesuatu. Perintah-perintah itu, tidak hanya untuk memerintah tubuhnya sendiri. Tapi juga memerintahkan dewa-dewi, bhuta-bhuti, bhatara-bhatari, dan sebagainya.


CANGAK YANG LAIN:

  • Swastyastu, Nama Saya Cangak
  • Pemimpin dan Pandita
  • Aturan Mati
  • Muka Gua
  • Siapa yang Tahu?
  • Panduan Nyepi ala Cangak
  • Kembali
  • Yang Kita Cari Adalah Hening
  • Siang Malam Berpikir Sendiri
  • Teman Tidak Makan Teman

Pikiran juga disebut dengan Yang Utama. Ia disebut utama karena segala hal berasal dan akan kembali kepadanya. Apalah sebutan bagi asal dan tujuan selain yang utama? Karena konon, pelajaran tentang asal dan tujuan adalah pelajaran paling sulit sekaligus paling menarik. Tidak kurang orang berbondong-bondong belajar tentang asal sampai ke negeri seberang. Tidak sedikit pula orang yang ingin tahu tujuan sampai diam-diam mendiamkan dirinya.

Kemampuan pikiran untuk memerintahkan setidaknya dapat dibagi menjadi tiga. Pertama adalah kemampuan untuk menciptakan. Kedua kemampuan untuk memelihara. Ketiga adalah untuk melebur. Ketiganya adalah sifat-sifat dewa yang dikenal oleh kebanyakan orang. Jadi melebur adalah sifat dewa? Tentu saja!

Pikiran itu bisa juga dikuasai. Tentu dengan sadar. Jika pikiran sudah dikuasai dengan sadar, sulitlah hal-hal gaib berbalik menguasai pikiran. Sifat pikiran yang satu ini, sulit diceritakan dengan kata-kata. Karena tidak semua yang bisa dipikirkan bisa juga dikatakan. Tapi karena kata-kata, pikiran bisa berpikir.

Itu dia sifat-sifat pikiran yang sudah banyak diketahui oleh banyak orang. Karena banyaknya sifat pikiran, maka wajar ada yang berpesan agar membijaksanai pikiran sendiri. Sayangnya kecurigaan adalah salah satu akibat dari membijaksanai pikiran sendiri. Bijaksana saya artikan sebagai cara pandang berbeda. Cara pandang yang berbeda dimungkinkan jika orang banyak pengalamanan. Entah itu pengalaman hidup, entah itu pengalaman membaca. Pengalaman-pengalaman itu memungkinkan pikiran tetap terjaga agar sadar. Sadar adalah terjemahan dari kata Tutur dalam bahasa Jawa Kuna. Jika ada orang nutur barangkali maksudnya adalah menyadarkan.

Untuk mengetahui bagaimana kesadaran pikiran kita bekerja, dalam tulisan ini saya ajukan satu baris dari sebuah kakawin. Silahkan dibijaksanai. Ungkapannya begini: “Jika ada gentong sedikit airnya, maka air di dalamnya mudah berkecipak. Berbedalah jika air gentong itu penuh, dia akan tenang” [T]

Tags: berpikirrenungansastraTuhan
Share26TweetSendShareSend
Previous Post

Album Kedua #Akebuleleng Kayak Es Ancruk Senggol Telkom

Next Post

Cerita Kecil Petugas KPPS: Cemas, Bingung, Sempat Ingin “Ngambul”

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Cerita Kecil Petugas KPPS: Cemas, Bingung, Sempat Ingin “Ngambul”

Cerita Kecil Petugas KPPS: Cemas, Bingung, Sempat Ingin “Ngambul”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co