24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ari Anggara, Dari Ketua OSIS, Ketua BEM, ke Kepala Desa

Made Surya Hermawan by Made Surya Hermawan
January 21, 2020
in Khas
Ari Anggara, Dari Ketua OSIS, Ketua BEM, ke Kepala Desa

Ari Anggara (foto dari facebook Ari Anggara)

Sebagai teman satu jurusan, satu kampus, meski bukan satu desa, saya senang ketika membaca berita Ari Anggara memenangkan pemilihan perbekel (pilkel) di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Dan tiba-tiba, saya jadi terkenang bagaimana ia menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Undiksha, Singaraja, saat sama-sama menjadi mahasiswa beberapa tahun lalu.  

Awal mengenal dia terjadi di tahun 2011, lebih kurang sembilan tahun lalu. Perkenalan dengannya terjadi bersamaan dengan pekernalan saya bersama dunia kampus. Saat itu dia, Ari Anggara, adalah salah seorang panitia Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja. Saya adalah mahasiswa baru di sana. Sebagai mahasiswa baru, makna kenal saat itu hanya sekadar kenal. Tanpa imbuhan apapun kecuali kesan yang menjengkelkan. Sebagaima umumnya perasaan seorang mahasiswa baru terhadap panitia OKK waktu itu.

Berjalan beberapa waktu, ternyata ia adalah kakak tingkat di jurusan yang sama, Jurusan Pendidikan Biologi. Lambat laun, karena ada di atap yang sama, tidak ada pilihan lain kecuali membaur, termasuk dengan kakak tingkat. Makna sekadar kenal perlahan memudar.

Kedekatan dengannya berawal dari keikutsertaan saya dalam seleksi calon anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undiksha. Saat itu, dia ketua BEM-nya. Dia mewawancarai saya dengan melontarkan beberapa pertanyaan. Pertanyaan yang sebenarnya ditujukan kepada dirinya sendiri untuk yakin menerima saya atau tidak. Pada akhirnya, saya diterima.

Satu tahun menjadi anggota BEM yang dikepalai olehnya, bagi saya, punya sisi menariknya tersendiri. Banyak hal, sebagai adik tingkat, yang saya dapat darinya. Dia sosok yang memiliki kemampuan manajemen organisasi yang memadai, tekadnya kuat, inovatif, terampil berbicara, dan perfectionist.

Satu hal yang masih saya ingat hingga saat ini tentang ke-perfectionist-an itu adalah ketika saya dan seorang teman sekitar tengah malam dimintanya mencari kain ke Pasar Tingkat (nama lain Pasar Anyar) di Singaraja. Hal itu hanya karena ada noda kecil pada kain yang telah terpasang di panggung. Panggung yang esok harinya akan menggelar kuliah umum Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, saat itu. Satu hal yang mungkin saja masih dapat dimaklumi ketua organisasi-organisasi lain. Tapi, ia melakukan yang seharusnya.

Sebagai ketua BEM, bagi saya, dia adalah sosok yang selalu berusaha agar seluruh jalannya roda organisasi ada di bawah kontrolnya. Memastikan agar semua sesuai dengan harapannya. Bahkan, soal surat menyurat sekalipun. Tidak jarang para sekretaris kepanitiaan harus bolak balik, mencetak ulang surat yang bahkan sudah ditandatangai oleh ketua panitia, karena ada sesuatu yang kurang pas dalam surat itu. Kalau sudah begitu, ketua panitia pun mesti menandatangani ulang. Di waktu-waktu semacam ini, saya merasa beruntung. Beruntung karena saya bukan sekretaris. Sekali lagi, satu hal yang mungkin saja masih dapat dimaklumi oleh orang lain. Namun, sekali lagi juga, ia melakukan yang sepantasnya.

Ia juga punya andil atas keterlibatan dan pengalaman saya di dunia organisasi kampus. Mental saya cukup banyak dilatih oleh tugas yang diberikannya. Menjadi seorang koordinator lapangan kegiatan OKK bersama satu teman lainnya yang mengatur ribuan mahasiswa baru bukan perkara sederhana bagi seorang mahasiswa semester tiga. Tapi, ia percaya saya. Ia melatih saya hingga tugas tuntas. Sampai di sini, ia adalah pelatih yang baik, juga pembagi tugas yang baik, setidaknya untuk saya. Saya selalu mendapat tugas yang saya suka darinya, kendati tidak selalu mudah.

Berdiskusi dengannya juga menyenangkan. Ia terbuka sehingga banyak ide yang tertukar, banyak pikiran yang tumbuh baru. Kendati tidak selalu sependapat dalam pandangan terhadap suatu hal, diskusi dengannya selalu membelajarkan. Keterbukaannya dalam diskusi membentuknya menjadi seorang yang terbuka dengan kritik.

Secara personal, ia orang baik. Saat di Jogjakarta, saya tinggal di rumah kost yang sama dengannya. Di sana, dia memperlakukan saya seperti bukan sekadar adik kelas, tapi adik kandung. Ia sangat membantu saya mengenal kota dengan segala macam suasananya. Sangat baik.

Di dunia kepemimpinan atau dunia politik dan demokrasi, ia menempuh karir yang unik dan langka. Saat SMA jadi Ketua OSIS, lalu di kampus jadi Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi dan Ketua BEM. Lalu, sebentar lagi ia menduduki kursi kepala desa alias perbekel.

Bekal pengalamannya di OSIS, HMJ, BEM dan pekerjaan yang ia lakoni sebelumnya saya yakin akan memudahkan jalannya memimpin Desa Batuan beberapa tahun ke depan. Kendati tidak akan sama persis dengan memimpin BEM, karena yang dipimpin bukan lagi mahasiswa, melainkan warga desa dengan karakteristik beraneka rupa, saya tetap yakin. Saya percaya dia akan berusaha dengan segala daya dan upayanya mewujudkan visi-nya dalam membangun desa dan untuk memajukan segala sendi kehidupan masyarakatnya.

Setelah tulisan ini, saya akan kirimkan pesan WhatApp padanya yang kurang lebih berisi ucapan selamat dan mengingatkannya agar tidak korupsi. Karena, kebijakan anggaran dana desa yang jumlahnya tidak sedikit sebentar lagi akan berada di ujung pulpennya.

Dalam hal lain, agar tulisan ini menjadi adil, saya mencoba menerka satu kekurangan yang akan dimiliki oleh Desa Batuan setelah ia menjadi kepala desa definitif. Adalah ketiadaan sosok calon Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), yang biasanya adalah istri Kepala Desa. Barangkali ini akan menjadi tugas tambahan di daftar pertama baginya karena peran ketua Tim Penggerak PKK di suatu desa cukup vital. Saya, dalam hal ini, hanya bisa mendoakan.

Walaupun sampai hari ini belum ditemukan bakal calon Ketua Tim Penggerak PKK, tetap ada satu hal yang sangat perlu dibanggakan. Saya hampir lupa, bahwa Ari Anggara adalah Kepala Desa terpilih dengan usia termuda di Kabupaten Gianyar. Menurut berita yang saya baca, usianya 28 tahun, kendati versi saya usianya mungkin lebih dari itu. Mungkin.

Jadi, jika Presiden Jokowi punya staf khusus anak muda, Gianyar punya kepala desa anak muda. Jadi, sekali lagi, meneruskan tren yang dibuat oleh Presiden Jokowi dengan menempatkan anak-anak muda di posisi strategis, Ari Anggara adalah contoh lebih dekatnya. Dia adalah sinyal terdekat bahwa hari ini anak muda sudah bisa memegang peran di lingkungannya. Berperan dengan segala macam bentuk ide dan inovasi sesuai keadaan yang harus diakusi telah berubah deras. Berperan untuk kemajuan kehidupan masyarakat.

Apakah setelah ini saya akan menjadi Kepala Desa? Saya juga anak muda. Saya dua tahun lebih muda darinya. Juga mengingat sepertinya saya punya beberapa kesamaan dengan Ari Anggara. Dia pernah jadi ketua OSIS, saya juga. Dia pernah jadi wakil ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Biologi Undiksha, saya juga. Dia mendapat beasiswa untuk lanjut studi magister ke Jawa, saya juga. Dia menang di pemilihan ketua BEM, saya kalah.

Maaf, yang terakhir ternyata bukan persamaan, mungkin perbedaan itu yang mengharuskan saya tidak mengikuti jejaknya dalam hal ini.

Tunggu dulu, ada satu hal yang ternyata lebih penting, yang sama sekali tidak mengizinkan saya dengan alasan apapun untuk jadi Kepala Desa. Status tempat tinggal saya bukan desa, tapi kelurahan. Haha. [T]

Tags: Desa BatuanGianyarkepala desamahasiswaperbekelPolitik
Share1272TweetSendShareSend
Previous Post

Sastra Sungsang

Next Post

Terbakarnya Pura Dalem Banjar dengan Ukiran dan Patung Langka: Direstorasi atau Dipralina?

Made Surya Hermawan

Made Surya Hermawan

Lahir di Denpasar, 7 Oktober 1993, tinggal di Kuta, Bali. Lulusan Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha, Singaraja, 2015. Gemar mendengar cerita politik dan senang berorganisasi. Setleah menamatkan studi pascasarjana di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang, ia mengabdikan ilmunya dengan jadi guru.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Terbakarnya Pura Dalem Banjar dengan Ukiran dan Patung Langka: Direstorasi atau Dipralina?

Terbakarnya Pura Dalem Banjar dengan Ukiran dan Patung Langka: Direstorasi atau Dipralina?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co