25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berbicara Tabu dan Ruang Kreatif di Dalamnya #Diskusi-Lokakarya Parade Teater Canasta 2019

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
November 25, 2019
in Ulasan
Berbicara Tabu dan Ruang Kreatif di Dalamnya #Diskusi-Lokakarya Parade Teater Canasta 2019

Tabu.Project penerima Hibah Seni Kelola 2019 mempresentasikan garapan kolaboratif mereka pada Diskusi dan Lokakarya Parade Teater Canasta 2019.

Tabu.Project penerima Hibah Seni Kelola 2019 mempresentasikan garapan kolaboratif mereka pada Diskusi dan Lokakarya Parade Teater Canasta 2019. Kelompok yang digawangi oleh kawan-kawan muda kreatif ini mencoba menggali ulang, mempertanyakan, lalu merekonstruksi narasi-narasi tabu yang berkembang di Bali. Narasi tersebut berasal dari wawancara, observasi, mengobrol dengan berbagai kalangan, terutama para tetua yang mendalami kebudayaan Bali.

Hari itu, Tabu.Project diwakili oleh Ninus (penari), Myra Juliarti (fashion design), Aga (musisi) dan Wayan Subudi (visual artis). Ninus menceritakan bagaimana kelompoknya berkembang untuk menyemai satu kesepakatan bersama, dalam hal tawar-menawar estetika berkesenian yang telah diamini masing-masiang orang sebagai seorang pekerja kreatif. Tawar-menawar ini pun menghasilkan satu bentuk pementasan yang disandingkan dengan pemutaran film.  kisahnya tentang perjalanan seorang perempuan, dari lahir, menjalani kehidupan dalam batasan pranata-pranata sosial, lalu mati yang diartikan kembali pulang ke rumah.

Tabu.Project hendak menguraikan bagaimana kehidupan seorang perempuan Bali dalam sistem masyarakat di Bali yang dikenal menganut sistem patriarki. Simbol-simbol ini hadir dalam berbagai komponen artistik yang masih mengamini kebudayaan namun mengalami rekonstruksi pada tataran bentuk objek.

Semisal kelahiran dihadirkan dalam bentuk topi dari anyaman bambu yang cukup besar-dibalut kain, topi itu dipakai oleh sang aktor yang tengah menari dengan tempo perlahan. Anyaman bambu itu merupakan reinterpretasi guwungan yang dipakai untuk menutupi ari-ari bayi. Kemudian simbol wanita dewasa yang biasanya menggunakan bunga sandat emas, dengan rambut disanggul rapi ke belakang, tapi kebiasaan ini direkonstruksi dengan rambut yang digerai begitu saja. 

Menstruasi dihadirkan berupa tarian sang aktor yang membaluri tubuhnya dengan semacam cairan ke seluruh tubuhnya, dalam kehidupan itu mereka menggali bagaimana manusia Bali berhubungan dengan alam, manusia dan Tuhan. Hingga ke dunia sekala niskala. Lalu mati dihadirkan sebagai tarian bertemunya sang perempuan dengan kanda empat, saudara-saudara manusia Bali yang tak kasat mata menemani kelahiran di dunia.

Ninus menjelaskan segala simbol dalam pementasan tersebut merupakan upaya antitesa dari sebuah kebiasaan seorang perempuan. Antitesa inilah sebagai bentuk ketabuan, penyimpangan dari suatu kebiasaan. yang kemudian menjadi satu bentuk atau narasi baru yang masih berkembang pada tataran makna.

“Saya mencoba mencari antitesa, misalnya ayam jago selalu identik dengan lelaki Bali, kemudian saya sandingkan ayam jago tersebut dalam adegan perempuan membawa kise dan ayam yang terbuat dari plastik” ujarnya dalam diskusi.

Lebih jauh ia menjelaskan narasi-narasi yang terkumpul dalam wacana tabu, ia tabulisasi dan dipilah-disisihkan-disatukan kembali dalam pecahan-pecahan fragmen perjalanan sang aktor. Sementara Myra Juliarti seorang fashion designer menjelaskan hasil temuannya saat wawancara ke daerah Buda Keling, Di sana ia berbincang dengan seorang keturunan Brahmana mengenai cara berpakaian seorang perempuan, bahwa seorang perempuan menjahit bajunya sendiri kemudian ia pakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dari wacana itulah Mrya mencoba menggali potensi bentuk bajunya. Sementara Aga dan Wayan Subudi menggali praktek magis yang kerap mewarnai kehidupan seorang perempuan yang dianggap sering mempelajari ilmu pengeleakan dibanding dengan laki-laki.

Wayan menerjemahkan ulang endih-bola api ke dalam lukisan di kipas, endih adalah salah satu bentuk supranatural yang dipercaya sebagai perwujudan ilmu pengeleakan. Dari kesan mistis inilah ia menerjemahkan berbagai bentuk simbol-simbol berwarna emas. Aga sendiri menggali lebih dalam nada-nada musik daerah Bali dan mencari bunyi-bunyi karakteristik bali, kemudian diterjemahkan dalam bentuk musik elektornik, alih wahana ini adalah bagian rekontruksi pemikiran bagaimana Bali dalam wacana global hari ini.



Tabu.Project penerima Hibah Seni Kelola 2019 mempresentasikan garapan kolaboratif mereka pada Diskusi dan Lokakarya Parade Teater Canasta 2019.

Jika boleh saya berpendapat, wacana sajian Tabu.project terkesan tumpang tindih sana-sini, sebab terlalu banyaknya wacana yang ingin di hadirkan dalam satu pementasan, pencaharian antitesa yang menarik adalah upaya alternatif cara pandang baru yang bisa dimaksimalkan dari sisi wacana. Sebab jika antitesa hadir tanpa pemikiran, kehadirannya tidak akan langgeng, atau mungkin tidak bisa diterima dalam ranah pemikiran yang sudah mapan.

Di sisi lain kelompok kolaboratif semacam Tabu.Project 3 tahun terakhir begitu berkembang di Bali terutama di kalangan anak muda kreatif. Sebut saja band Cassadaga yang sering berkolaborasi dengan berbagai bidang ilmu di luar musik, kelompoknya Jonas Sestakresna yang sedari awal dengan semangat kolektif, kuma Jaum project yang menggodok ide bersama menghasilkan satu pementasan, kelompok musik Noise yang bermarkas di Tuck n Trap Badung, sering menghadirkan tatanan campur baur karya dalam acara-acara yang sering mereka adakan dan banyak lagi kelompok-kelompok kolaborasi lainnya.

Tabu.Project pun muncul sebagai ruang yang lampau sebenarnya, hanya saja dibarengi dengan riset dan penelitian yang cukup menarik, wacana ini kemudian dapat berkembang kepada kelompok lainnya untuk memantik semangat kolaboratif dan kolektif. Saya sendiri berharap agar Tabu.Project dapat bertahan dan berkelanjutan walaupun awalnya bentukan iseng-iseng berhadiah. [T]

Tags: Parade Teater Canasta
Share25TweetSendShareSend
Previous Post

Kebebasan dalam Keterbatasan Pertunjukan “W.ADU.AN” dan Beberapa Refleksi Diri Melalui Cermin

Next Post

Guru (Masih) dalam Pusaran Hegemoni Kekuasaan

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Guru (Masih) dalam Pusaran Hegemoni Kekuasaan

Guru (Masih) dalam Pusaran Hegemoni Kekuasaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co