6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menerawang Literasi Mengambang di Pohon Jamblang

Wayan Paing by Wayan Paing
November 24, 2019
in Khas
Menerawang Literasi Mengambang di Pohon Jamblang

Literasi di atas dan di bawah pohon jamblang di Bukit Gulinten, Karangasem, Bali

Di Banjar Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, terdapat gerakan literasi sederhana untuk anak-anak, yakni menulis dan membaca buku sembari memanjat pohon jamblang. Ini kegiatan sederhana, di sebuah lokasi perbukitan yang indah, dengan pemandangan yang menarik. Bagaimana kegiatan itu terjadi?


Membaca buku di perbukitan di bawah pohon-pohon, di Gulinten, Bunutan, Abang, Karangasem, Bali

Pohon Jamblang

Pohon  jamblang. Pohon yang  mempunyai buah dengan rasa  asam sepat ini, di Bali dikenal dengan nama juwet. Tumbuhan yang bisa berkembang biak dengan biji atau pun cangkok ini, semakin lama semakin langka.

Setidaknya ada dua penyebabnya menjadi langka. Pertama, terkenal sebagai tanaman liar dan kurang produktif, menjadikannya kurang mendapat perhatian dan kurang populer untuk dikembangbiakkan. Kedua, kayunya lebih banyak digunakan sebagai kayu bakar karena kurang baik dijadikan bahan bangunan.

Pada saat kekurangan kayu bakar, jamblang dijadikan sasaran pertama. Kalau tidak ditebang, dahan dan rantingnya dipangkas dan menunggu tumbuh di tahun berikutnya. Tujuannya sama: dipangkas lagi dan dijadikan kayu bakar. Begitu seterusnya, sehingga pertumbuhannya kurang baik untuk menghasilkan buah yang bagus.

Padahal di Filipina, pohon yang buahnya kaya vitamin A dan C ini dijadikan anggur dan dibudidayakan untuk tujuan komersial. Sedangkan bagian-bagian dari pohonnya, dari kulit, daun, dan buah, banyak digunakan sebagai bahan obat. Baik secara tradisional maupun ekstaksi.

Buah jamblang biasa dimakan segar, kadang ditambahkan garam dan gula, lalu dikocok dalam wadah tertutup agar menjadi lunak dan sepatnya berkurang.

Buah yang diistilahkan dengan tahi ayam yang tergantung itu, tidak pernah kehilangan masa untuk tetap digemari. Bukan hanya anak-anak, tapi juga semua lapisan umur. Tentu saja takarannya adalah tempat-tempat di pedesaan maupun di pegunungan atau lebih rendah, di perbukitan.

Buahnya yang mulai lebat di ujung kemarau membuat jamblang menjadi penawar dahaga bagi masyarakat yang sedang mencari runmput atau kayu bakar di lereng-lereng perbukitan yang jarang terdapat sumber mata air. Rasanya yang beragam, manis dan sedikit asem, bahkan ada beberapa yang sangat asem, dan selalu meninggalkan warna ungu di lidah sehabis menyantapnya, menjadi penawar haus dan lapar di tengah aktivitas yang jauh meningggalkan rumah tanpa membawa perbekalan.

Memanjat pohon dan memilih buah yang benar-benar matang, menjadi sensasi tersendiri. Terutama bagi anak-anak dan remaja. Semilir angin yang membuai, seakan menyuruh kita untuk berlama-lama berada di tempat itu. Tapi, bagi masyarakat yang sudah terbiasa menjalani aktivitas itu di sela pekerjaan pokok mencari rumput atau kayu bakar, sudah paham betul. Mencari jamblang dengan rayuan angin semilir, jangan sampai mengeringkan keringat. Keringat yang mengucur saat bekerja, lalu istirahat sampai keringat itu kering, akan menyisakan satu hal yang seakan sudah pasti:mengantuk.


Membaca di lapak pohon, asyiknya….

Literasi

Untuk mengingat kembali masa-masa “kejayaan” jamblang yang mulai pudar, tidak ada salahnya mengajak anak-anak untuk berteduh di bawah pohonnya sambil membawa beberapa koleksi buku yang ada atau dimiliki oleh anak-anak yang kita ajak.

Kegiatan yang kemudian dipadukan dengan kegiatan lain, seperti: bercerita, melukis, atau menulis dan membaca puisi boleh jadi menjadi kegiatan yang akan “memanggil” mereka untuk melakukannya di musim-musim mendatang. Menggali cerita-cerita yang menghiasi jamblang seperti kejadian orang terjatuh dari pohonnya atau kisah penjual jamblang di sekolah, tentu akan membangkitkan memori untuk mengungkapkan kisah-kisah masa kecil lainnya. Masa kecil yang seakan tidak akan bisa terulang pada generasi selanjutnya akibat tergerus jaman saat ini.

Tugas kita yang sebenarnya adalah mengarahkan mereka dan diri kita sendiri untuk mau menuliskan itu semua sebagai suatu kegiatan literasi untuk “menyelamatkan” masa-masa yang tidak akan terulang tersebut. Disinilah peran sebagai pegiat literasi akan terlihat, apakah mampu dan mau mengambil bagian pada kegiatan-kegiatan “yang tidak keren” tersebut.

Jika dikreasikan dengan baik, musim jamblang tentu dapat dijadikan ajang kegiatan literasi agar lebih membumi. Begitu juga halnya, temapt-tempat lain yang jauh lebih keren dengan buah lokal yang lebih keren, tentu menyediakan wadah untuk kegiatan yang lebih keren pula.

Literasi di kebun durian, di kebun rambutan, atau mangga, tentu akan menumbuhkan kreasi yang semakin beragam. Begitu pula, kegiatan literasi sambil berburu kopi luwak, bisa jadi dapat dipadukan dengan berbagai materi pelajaran yang relevan, sehingga tidak mengurangi waktu efektif anak belajar di rumah.


Awas jatuh

Demikian halnya berbagai kegiatan seni dan olahraga yang rutin dilaksanakan, kegiatan literasi akan tampak elegan untuk disisipkan. Pengurus sanggar-sanggar tari, perkumpulan olahraga beladiri, dan sebagainya dapat menyediakan berbagai bahan literasi untuk disajikan pada saat-saat istirahat.

Kalaupun selama ini belum banyak yang mampu dan mau melakukannya pada kedua aktivitas di atas, setidaknya, kita, yang bersepakat untuk mengabdikan diri sebagai pegiat literasi, mulai mengarahkan pandangan mata dan sasaran kegiatan ke tempat-tempat tersebut.

Tergantung kesiapan insan penggerak untuk memulai dan melaksanakannya sekaligus menjaga keajegan pelaksanaannya. Sehingga literasi yang sudah digalakkan tidak menjadi gerakan hangat-hangat tahi ayam. Apalagi tahi ayam yang tergantung seperti istilah bagi buah jamblang. Dalam posisi tergantung, tahi ayam yang hangat pasti lebih cepat dingin dan tentu saja menjadi terkatung-katung. [T]

Tags: alamkarangasemLiterasi
Share75TweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Indonesia Naik Gojek, Ke Mana Arahnya?

Next Post

W.Adu.An – Konflik dan Beban Sejarah di Tubuh Perempuan

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
W.Adu.An – Konflik dan Beban Sejarah di Tubuh Perempuan

W.Adu.An - Konflik dan Beban Sejarah di Tubuh Perempuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co