29 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Lawar Getih”, Menjaga Selera Mengusir Petaka

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 9, 2019
in Esai
Nyepi: Terapi Kesehatan, Terapi Kita, Bumi dan Peradaban

Sebuah tradisi, yang sedemikian lama melekat dan mengendap dalam kehidupan masyarakat, sering kali dapat menimbulkan suatu keadaan yang boleh kita sebut sebagai “adiksi budaya”.

Hal-hal yang telah mentradisi, jika tak dilakukan lagi, itu dapat menimbulkan satu kegelisahan sosial yang dapat bergejala terjadinya konflik dalam masyarakat atau bencana yang penyebabnya tak jelas. Mungkin juga adanya masalah kesehatan yang tak memberi respon dengan terapi medis, bahkan kadang kala gejala trans yang menyampaikan pesan-pesannya secara terang-terangan. Fenomena ini tak dapat dinilai kadar rasionalitasnya karena ia bertumpu pada sebuah keyakinan yang mendalam, beyond science.

Berbagai contoh misalnya, tradisi manak salah di salah satu desa di Buleleng. Jika seorang ibu melahirkan anak kembar buncing (laki dan perempuan), maka sesuai tradisi desa setempat, ibu itu sekeluarga mesti tinggal di sebuah gubuk yang ditempatkan dekat setra atau pemakaman, seetidaknya selama tiga bulan.

Apabila itu tak dilakukan, ada risiko gagal panen mengancam petani desa atau prahara lain yang akan mengenai masyarakat desa. Atau tradisi mempersembahkan kurban seekor rusa untuk satu upacara besar di sebuah desa lain di Buleleng. Jika itu tak dilakukan, akan terjadi kekecewaan para dewa yang dapat menimbulkan kekacauan dalam masyarakat.

Dalam skala kecil, fenomena ini memang mirip dengan seseorang yang sudah biasa minum kopi, merokok atau memakai sejenis obat tertentu yang tiba-tiba dihentikan, maka ia akan mengalamai gejala-gejala adiksi atau withdrawl. Ia gelisah, kacau bahkan merasakan nyeri seluruh tubuh hingga setiap lubang dalam tubuhnya mengeluarkan lendir.

Yang menarik dari fenomena ini adalah, meski secara medis ia sebetulnya tak memerlukan kopi, rokok atau jenis obat tersebut, namun lantaran ia terlanjur memakainya terus-menerus, maka terjadilah gejala-gejala  yang sebetulnya juga tak perlu tersebut. Artinya, manuasi takkan mati tanpa kopi, rokok atau heroin.

Mengapa saya membicarakan fenomena ini? Begini, kemarin kami mengadakan satu pertemuan informal di sebuah rumah makan di Pantai Penimbangan yang dihadiri oleh sejawat-sejawat dokter yang bekerja di RSUD Buleleng.

Sejawat saya yang dokter ahli saraf (neurolog) berkeluh kesah, dalam satu bulan terakhir ini sudah merawat setidaknya tiga orang pasien terduga kuat menderita meningitis babi atau meningitis suis. Meningitis atau radang selaput otak adalah salah satu kasus medis yang tergolong berat. Tanpa perawatan intensif, penderitanya dapat mengalami kematian.

Dalam pengkajian klinis, ketiga pasien tersebut didapatkan data positif telah mengonsumsi lawar getih atau lawar barak sekitar 3-7 hari sebelum timbul gejala. Makanan yang bukan alang kepalang nikmatnya ini adalah masakan khas Bali yang terbuat dari paduan daging babi cincang, parutan kelapa, dengan bumbu lengkap dan siraman darah babi mentah yang kemudian diaduk rata.

Lawar getih ini memang tersaji memikat dalam warna merah yang mengundang selera, terutama lidah kita orang Bali yang sedari kanak-kanak sudah mengenalnya. Tanpa kehadiran lawar getih dalam sebuah kegiatan adat budaya Bali, tak ubahnya bagai seorang gadis seksi tanpa lipstik, muram dan tak menyengat kelaki-lakian kaum pria. Percayalah, lipstik itulah yang sering membawa lelaki pada kubangan derita.

Meningitis streptococcus suis atau dikenal dengan meningitis bakteri akut zoonosis, adalah penyakit radang selaput otak yang ditularkan dari babi ke manusia melalui hidangan babi mentah, seperti darah segar, usus, jeroan dan daging yang terinfeksi.

Selama beberapa tahun terakhir, penularan infeksi bakteri ini pada manusia mengalami peningkatan secara signifikan terutama pada wilayah Asia Tenggara, yang mana dianggap sebagai penyakit endemik karena terdapat populasi babi dalam jumlah yang sangat banyak. Tanda-tanda jika terjangkit meningitis babi umumnya memiliki gejala yang mirip dengan meningitis lainnya seperti mengalami demam, sakit kepala, muntah, dan tanda-tanda meningeal (kaku kuduk) hingga koma.

Salah satu faktor mencolok gejala ini adalah gangguan pendengaran. Dalam beberapa kasus yang parah, seseorang yang menderita meningitis babi mengalami gangguan pendengaran permanen (tuli). Maka, meski seseorang nyawanya dapat diselamatkan namun ia dapat saja kemudian mengidap ketulian permanen. Selain itu beberapa komplikasi lainnya adalah dapat terjadinya radang sendi, radang paru, syok septik, endokarditis (penyakit infeksi jantung), infeksi mata, bahkan kematian.

Sejawat saya menambahkan, ia cukup heran mengapa hal ini masih saja terjadi, meskipun pemerintah melalui dinas kesehatan dan rumah sakit telah gencar mengadakan sosialisasi kepada masyarakat. Kuman yang terkandung dalam darah babi yang mentah takkan pernah terbasmi hanya dengan sedikit memanaskan atau cuma menggunakan air perasan jeruk limau saja.

Ia harus dipanaskan setidaknya dalam suhu sekitar 80 C hingga 15 menit lamanya. Meski kemudian lawar getih tak lagi tampil dalam warna merah bersemangat namun kini berwarna lebih gelap, percayalah rasanya tetap gurih dan Bali banget! Sudah saatnya kita harus semakin cerdas dalam menjaga tradisi.

Sebab, bukan hanya kita, manusianya saja yang wajib menjaga budaya tradisionalnya, juga sebaliknya, segala budaya, apapun itu bentuknya haruslah juga dapat melestarikan manusianya bukan justru mencelakainya. [T]

Tags: bulelengkesehatankulinermeningitis babipenyakitTradisi
Share1400TweetSendShareSend
Previous Post

Menuju Puncak Lempuyang, Sehat Rohani-Jasmani, Mencari Anak Tangga Terakhir

Next Post

Dewa Brahma & Dewi Saraswati, Sepasang Kera, dan Anugerah untuk Charles Darwin

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

by Chusmeru
October 28, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

Read moreDetails

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails
Next Post
Dewa Brahma & Dewi Saraswati, Sepasang Kera, dan Anugerah untuk Charles Darwin

Dewa Brahma & Dewi Saraswati, Sepasang Kera, dan Anugerah untuk Charles Darwin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026
Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co