6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kematian, Kajang dan Jiwa

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
May 27, 2019
in Esai
Kematian, Kajang dan Jiwa

Mas Ruscitadewi

Kematian mungkin menakutkan bagi sebagian besar orang, tapi bagi tidak bagi yang lain. Terutama bagi orang-orang yang telah sangat memahami roh. Konon bagi orang yang seperti itu kematian tak ubahnya seperti pindah rumah, meninggalkan rumah lama untuk kemudian tinggal di rumah yang baru.


Kalau benar kematian tak ubahnya pindah rumahnya jiwa ke rumah jiwa yang baru, maka tentu saja rumah baru ini diharapkan lebih baik, lebih menyenangkan dan membahagiakan. Selain itu, seperti layaknya orang yang pindah rumah, semestinya dilakukan dengan penuh semangat dan rasa bahagia. Tapi, rasa-rasanya sangat jarang di jaman ini, kita menyaksikan bahkan mendengar semangat dan kesumbringahan seseorang yang akan mati.

Yang sering kita lihat, dengar dan tahu bahwa kebanyakan orang seperti tidak nyaman untuk menuju kematian. Banyak yang menunda dengan berbagai cara dan alasan dan bila perlu menolaknya. Ya banyak yang tetap ingin menjadikan dunia nyata ini sebagai rumah bagi jiwanya. Keinginan ini tidak salah, karena kita sebagai manusia memang tidak banyak yang memahami bagaimana caranya untuk memindahkan jiwa dari rumah ini ke rumah yang lain.

Selain itu, kitapun banyak yang tidak tahu dan tidak mengenali jiwa yang ada dalam diri sendiri. Saking tidak kenalnya, bahkan ada diantara kita yang merasa bangga saat ada jiwa-jiwa lain yang bertamu, bahkan kita dengan senang hati mengundangnya untuk hadir.

Di rumah jiwa kita, dalam badan yang hidup dalam alam yang sering disebut bumi, kita juga hidup bersama dengan orang-orang berpengetahuan dan suci, yang konon sangat paham hal ikwal tentang jiwa. Di Bali, orang-orang suci ini dipercaya mempunyai kemampuan untuk mengantarkan  jiwa si mati agar sampai ke rumahnya yang baru, atau paling tidak mengantarkan jiwa si mati agar tak tersesat di jalan. 

Terkait dengan kematian dan jiwa, saya jadi ingat cerita seorang teman yang kebetulan dianugrahi penglihatan menembus alam yang lain. Dalam penglihatannya, ketika neneknya meninggal, jiwa si nenek konon berkumpul di sebuah tempat yang serupa pura  lengkap dengan tempat seperti pasraman dengan stratifikasi sosial yang jelas.

Selain melakukan pekerjaan biasa seperti saat hidup di dunia, jiwa-jiwa si mati tersebut juga diberikan pelajaran tentang aksara bali. Makin menguasai aksara Bali, konon makin tinggilah kelas dan status yang bersangkutan. Sampai di sini saya protes, merasa cemburu dengan teman-teman yang tamatan sastra Bali dan Jawa Kuna dan penekun lontar yang tentu saja lebih menguasai aksara Bali. Tentu saja protes saya tidak ditanggapi teman saya yang bisa melihat, tapi hati dan pikiran sayalah yang dengan aktif mencari jawaban-jawabannya.

Akhirnya untuk sementara saya merasa menemukan hubungan kelas dengan penguasaan aksara Bali terkait dengan penggunaan kajang pada saat upacara pengabenan. Mungkin kajang yang bertuliskan aksara Bali itu berfungsi sebagai kunci energi sebuah ruang tertentu di alam sana. Peningkatan kemampuan dalam aksara Bali, mungkin secara otomatis mengubah struktur kunci energi, yang terhubungan dengan kelas ruang tertentu.

Sampai di sana saya merasa sungguh kagum kepada penemu teknik sistem kajang, dengan jenis aksara Bali tertentu mampu menuntun jiwa ke sebuah tempat agar tak liar dan bergentayangan. Tapi pertanyaannya adalah bagaimana jika seseorang yang mati itu ingin ke tempat lain, ke tempat yang tanpa sekat dan tanpa kelas?  Bisakah kajang itu mengantarnya ke tujuan?

Sepertinya tidak. Seperti layaknya sebuah perusahan deplover yang menjual villa, maka kunci yang diberikan hanya berlaku untuk ruang-ruang villa milik perusahan itu, yang disesuaikan dengan harga yang dibayar oleh pembeli. Dan sebagai pembeli, ia hanya berhak atas villa sesuai dengan aturan pengembang.

Dan pembeli tetaplah pembeli, pemilik hanya satu villa, termasuk juga keluarga dan keturunannya, sedangkan pengembang akan tetap menjadi pengembang, juga keluarga dan keturunannya. Siklus itu akan tetap berulang dan berulang, kecuali ada pembeli yang sangat kaya dan cerdas sehingga dengan penuh perjuangan akhirnya bisa menjadi pengembang.

Kenapa kajang yang bertuliskan aksara tertentu, bisa menuntun atau mempengaruhi jiwa? Adakah cara membebaskan jiwa dari kajang, dari aksara dan dari pesona para pengembang?  

Jawabnya karena kajang, adalah aksara, yang juga adalah bentuk, yang ditemukan oleh kecerdasan pikiran, dipelihara oleh tradisi. Bentuk dan kecerdasan pikiran adalah kualitas atau lapis 4 dalam proses penciptaan. Dalam patanjali rajayoga dijelaskan tentang proses penciptaan dunia, yang pada prinsifnya menjelaskan tentang lapis-lapis kemurnian dalam penciptaan.

Yang paling prinsip dan murni adalah ratri atau kegelapan kosmik, tempat brahma dan atman berstana bersama yang disebut herdya yang ada di ulu hati, pada kedalaman jiwa. Lapis kedua ditempati oleh nafas, lapis ketiga yang merupakan pengembangan dari nafas dari sesuatu yang hidup adalah indria, yang menciptakan sentuhan, bentuk, warna, cahaya, suara, dan bau.

Dari bentuk tercipta aksara, dari suara tercipta mantra. Kajang adalah turunan dari kemurnian bentuk dan suara, maka yang bisa dipakai untuk menerobos kepekatan sebuah energi adalah energi yang setara, sehingga bisa membentuk perusahan deplover baru, atau dengan energi yang lebih murni darinya, bisa energi lapis 3 atau syukur-syukur lapia 2 atau 1.

Usaha ini tentu saja bisa dilakukan bagi orang-orang yang ingin bebas mencari rumah baru bagi jiwanya. Rumah-rumah baru yang membebaskan, bukan yang mengantarkan pada siklus dan berulang dan berulang lagi.  [T]

Tags: aksarafilsafathindukematian
Share297TweetSendShareSend
Previous Post

Tak Ada Kesejahteraan Tanpa Desa di Anugerah Jurnalisme Warga 2019

Next Post

Keep Being You. Be Authentic.

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Keep Being You. Be Authentic.

Keep Being You. Be Authentic.

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co