2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sidatapa, Berkabar Lewat Burung Yang Dilepasliarkan

Kardian Narayana by Kardian Narayana
May 21, 2019
in Khas
Sidatapa, Berkabar Lewat Burung Yang Dilepasliarkan

Warga Desa Sidatapa melepasliarkan burung bersama-sama

Bagi orang yang sangat mengikuti dinamika politik di Bali pasti akan mengenal akronim Desa SCTP (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa dan Pedawa) di Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Tragedi politik 1998, 1999 dan 2004 pasti masih berbekas di ingatan. Kegarangan dan kepiluan peristiwa politik di SCTP menjadikan keempat desa ini menjadi desa yang cukup “ditakuti”.

Dari setiap peristiwa politik yang terjadi di desa itu, tak jarang diwarnai kekerasan dan menimbulkan korban jiwa. Bahkan menjadikan desa ini desa yang “menyeramkan” dalam bayangan orang. Banyak yang enggan dan takut berkunjung ke SCTP. Setiap tahun hajatan politik, keempat desa ini selalu menjadi perhatian khusus bagi aparat keamanan. Hal-hal yang tak terduga bisa saja terjadi setiap saat.

15 tahun berlalu, 2019, untuk pertama, pemilu digelar secara serentak, untuk memilih DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPRD RI, DPD dan Presiden. Tensi politik poun terasa sangat memanas, dari tingkat elit politik nasional, hingga daerah. Dalam penentuan calon legeslatif yang lolos untuk pertama kalinya menggunakan Metode Sainte Lague. Metode ini pun cukup membuat para caleg saling sikut di internal partainya masing-masing. Begitu pula para caleg dari SCTP. namun situasinya tak sehangat 15 tahun lalu.

Pemilu kali ini, empat warga Sidatapa lolos melenggang ke kursi legislatif, 2 tingkat DPRD Kabupaten Buleleng, dan 2 tingkat DPRD Provinsi Bali. 15 tahun berlalu, Sidatapa salah satu Desa di akronim SCTP, telah mengalami banyak perubahan. Mereka kini lebih membuka diri, untuk menerima perubahan dan orang lain desa untuk berkunjung dan bersahabat di Desa Sidatapa. Jika kita melakukan pencarian di Google dengan mengetik kata Sidatapa kita akan menemukan banyak tulisan tentang Desa Sidatapa yang menyejukkan dan menyenangkan.

Perkenalan saya dengan Desa Sidatapa, entah kapan dimulai secara formalnya, sepertinya dimulai dengan pertemanan di Facebook dan menjadi pertemanan sangat nyata. Pertemanan pertama yang saya kenal adalah seorang lelaki pemain Trading, Wayan Ariawan. Bli Wayan, seperti itu saya memanggilnya. Bli Wayan, dengan sangat gencar menginformasikan dengan kegiatan mereka, tentang bersih-bersih sampah, merabat rumput dan kegiatan lainnya.

Kegiatan yang menarik perhatian saya, adalah kegiatan melepas burung. Diawal saat melihat postingan di facebook, tentang kegiatan mepelas burung, bagi saya adalah hal yang bisa, tapi belakangan semakin sering saya lihat postingan kegiatan pelepasan burung dan semakin banyak jumlah burung yang dilepas. Berawal dari hanya segelintir orang menjadi semakin banyak organisasi dan orang yang ikut kegiatan melepas burung. termasuk dengan pejabat dan artis yang datang ke Desa Sidatapa.

Selain melepas burung, mereka pun memasang larangan memburu burung, di berbagai tempat disekitar Desa Sidatapa. Jika kita melintas di sepanjang jalan desa kita akan menemukan banyak pelang larangan berburu burung. 

Kegiatan melepas burung ini, ternyata telah dimulai sejak 31 Desember 2014. Hingga tahun 2019 sebanyak 19.485 burung telah dilepas di seluruh pelosok Desa Sidatapa, kecamatan Banjar, Buleleng Bali. Burung yang dilepas seperti burung prenjak, kutilang, punglor, perkutut, dan titiran. Saya pikir pelepasliaran burung ini hanya untuk sekedar gaya-gayaan saja, ternyata yang mendasari pelepasaan ini untuk menghalau hama ulat yang terus menyerang tumbuhan buah dan cengkih yang ada disekitar Desa Sidatapa.

Tumbuhan cengkih yang sangat berada dalam ancaman hama ulat, sehingga tak lagi bisa menghasilkan bunga cengkeh yang banyak, dan mengurangi hasil panen para petani, yang mulai berharap mendapatkan hasil yang banyak dengan harga jual yang cukup tinggi. 

Seringnya mereka melepasliarkan burung, membuat saya tertarik untuk ikut serta dalam pelepasan burung, saat itu saya membaca status Bli Wayan Ariawan di Facebooknya, menuliskan undangan terbuka untuk menghadiri dan ikut melepasliarkan  burung, saya pun memutuskan untuk hadiri, walau cukup berat bagi saya untuk datang, karena pelapasan burungnya dilakukan pagi hari. Saya sangat bermasalah dengan dengan bangun pagi, saya memaksa mata nutuk bisa terbagun di pukul 7 pagi. Dari rumah saya yang ada di kota singaraja membutuhkan waktu hingga 30-45 menit menuju Desa Sidatapa. 

Saya berhasil bangun pagi, dan bergegas menuju Desa Sidatapa. Sampai di depan Pura Bale Agung Desa Adat Sidatapa, puluhan warga nampak telah berkumpul, untuk ikut kegiatan melapasliarkan burung. hari itu 400 ekor burung akan dilepasliarkan. 400 ekor burung yang akan dilepasliarkan merupakan donasi dari donatur asal Desa Bondalem yang tinggal di Denpasar.

Saat para donatur datang membawa burung dalam box, warga langsung menyambut dan mebongkar box untuk sesegera melepasliarkan burung. Dengan rasa penuh keriangan warga yang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak berebut untuk melepasliarkan burung. Saya pun ikut berebut burung agar bisa ikut melepasliarkan burung. 

Setelah melepas burung, saya sempat barbicara dengan Bli Wayan, dan ia bercerita tentang kegiatan melepasliarkan burung ini, “pelepasliaran burung ini, sudah bli lakukan sejak 2014, kini telah menjadi hal yang mentradisi di Sidatapa. Burung-burung yang dilepas itu, kami yakini akan memakan hama ulat. Karena selama ini ulat yang sering mengganggu tanaman cengkih, di Sidatapa dan hasil pertanian meningkat,” 

Kegiatan pelepasliaran burung kini telah mentradisi bagi masyarakat Sidatapa, dan para petani mulai merasakan manfaat kdarai pelepasan burung, yang dilakukan oleh Wayan Ariawan. Para petani mulai tersenyum melihat pohon cengkih mereka mulai tumbuh dengan baik, bebas dari hama ulat dan hasilnya meningkat. Putu Darma salah satu petani cengkih yang kini selalu ikut setiap pelepasliaran burung bertutur kepada saya “Ada banyak pengaruhnya, soalnya dulu cengkeh banyak di serang hama ulat, sejak ada pelepasan burung sudah tidak ada gangguan lagi.

Setelah pelepasan burung, ulatnya sudah sedikit bahkan sudah tidak ada lagi. Dulu pohon cengkehnya tidak tumbuh dengan baik termasuk hasil bunganya, sekarang sudah tidak ada gangguan lagi” ungkapnya. 

Pelepasliaran burung yang dilakukan bagi saya, seperti ritual Ci Suak yang dilakukan para warga thionghoa yang ada di Buleleng Bali saat acara Cap Gomeh, mereka selalu melepas burung untuk membuang sial bagi mereka yang sionya ciong saat tahun baru Cina. Lepasliar burung yang dilakukan olles masyarakat Sidatapa mungkin merupakan bagian dari membuang sial, pasca berbagai tragedi berdarah yang sempat terjadi di 15 tabun silam. [T]

Share180TweetSendShareSend
Previous Post

Pedawa: Desa Tua, Rumah Tua, dan Anak-anak Muda yang Bergairah

Next Post

Tentang Kesaktian dan Kelemahan

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Tentang Kesaktian dan Kelemahan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co