23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sidatapa, Berkabar Lewat Burung Yang Dilepasliarkan

Kardian Narayana by Kardian Narayana
May 21, 2019
in Khas
Sidatapa, Berkabar Lewat Burung Yang Dilepasliarkan

Warga Desa Sidatapa melepasliarkan burung bersama-sama

Bagi orang yang sangat mengikuti dinamika politik di Bali pasti akan mengenal akronim Desa SCTP (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa dan Pedawa) di Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Tragedi politik 1998, 1999 dan 2004 pasti masih berbekas di ingatan. Kegarangan dan kepiluan peristiwa politik di SCTP menjadikan keempat desa ini menjadi desa yang cukup “ditakuti”.

Dari setiap peristiwa politik yang terjadi di desa itu, tak jarang diwarnai kekerasan dan menimbulkan korban jiwa. Bahkan menjadikan desa ini desa yang “menyeramkan” dalam bayangan orang. Banyak yang enggan dan takut berkunjung ke SCTP. Setiap tahun hajatan politik, keempat desa ini selalu menjadi perhatian khusus bagi aparat keamanan. Hal-hal yang tak terduga bisa saja terjadi setiap saat.

15 tahun berlalu, 2019, untuk pertama, pemilu digelar secara serentak, untuk memilih DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPRD RI, DPD dan Presiden. Tensi politik poun terasa sangat memanas, dari tingkat elit politik nasional, hingga daerah. Dalam penentuan calon legeslatif yang lolos untuk pertama kalinya menggunakan Metode Sainte Lague. Metode ini pun cukup membuat para caleg saling sikut di internal partainya masing-masing. Begitu pula para caleg dari SCTP. namun situasinya tak sehangat 15 tahun lalu.

Pemilu kali ini, empat warga Sidatapa lolos melenggang ke kursi legislatif, 2 tingkat DPRD Kabupaten Buleleng, dan 2 tingkat DPRD Provinsi Bali. 15 tahun berlalu, Sidatapa salah satu Desa di akronim SCTP, telah mengalami banyak perubahan. Mereka kini lebih membuka diri, untuk menerima perubahan dan orang lain desa untuk berkunjung dan bersahabat di Desa Sidatapa. Jika kita melakukan pencarian di Google dengan mengetik kata Sidatapa kita akan menemukan banyak tulisan tentang Desa Sidatapa yang menyejukkan dan menyenangkan.

Perkenalan saya dengan Desa Sidatapa, entah kapan dimulai secara formalnya, sepertinya dimulai dengan pertemanan di Facebook dan menjadi pertemanan sangat nyata. Pertemanan pertama yang saya kenal adalah seorang lelaki pemain Trading, Wayan Ariawan. Bli Wayan, seperti itu saya memanggilnya. Bli Wayan, dengan sangat gencar menginformasikan dengan kegiatan mereka, tentang bersih-bersih sampah, merabat rumput dan kegiatan lainnya.

Kegiatan yang menarik perhatian saya, adalah kegiatan melepas burung. Diawal saat melihat postingan di facebook, tentang kegiatan mepelas burung, bagi saya adalah hal yang bisa, tapi belakangan semakin sering saya lihat postingan kegiatan pelepasan burung dan semakin banyak jumlah burung yang dilepas. Berawal dari hanya segelintir orang menjadi semakin banyak organisasi dan orang yang ikut kegiatan melepas burung. termasuk dengan pejabat dan artis yang datang ke Desa Sidatapa.

Selain melepas burung, mereka pun memasang larangan memburu burung, di berbagai tempat disekitar Desa Sidatapa. Jika kita melintas di sepanjang jalan desa kita akan menemukan banyak pelang larangan berburu burung. 

Kegiatan melepas burung ini, ternyata telah dimulai sejak 31 Desember 2014. Hingga tahun 2019 sebanyak 19.485 burung telah dilepas di seluruh pelosok Desa Sidatapa, kecamatan Banjar, Buleleng Bali. Burung yang dilepas seperti burung prenjak, kutilang, punglor, perkutut, dan titiran. Saya pikir pelepasliaran burung ini hanya untuk sekedar gaya-gayaan saja, ternyata yang mendasari pelepasaan ini untuk menghalau hama ulat yang terus menyerang tumbuhan buah dan cengkih yang ada disekitar Desa Sidatapa.

Tumbuhan cengkih yang sangat berada dalam ancaman hama ulat, sehingga tak lagi bisa menghasilkan bunga cengkeh yang banyak, dan mengurangi hasil panen para petani, yang mulai berharap mendapatkan hasil yang banyak dengan harga jual yang cukup tinggi. 

Seringnya mereka melepasliarkan burung, membuat saya tertarik untuk ikut serta dalam pelepasan burung, saat itu saya membaca status Bli Wayan Ariawan di Facebooknya, menuliskan undangan terbuka untuk menghadiri dan ikut melepasliarkan  burung, saya pun memutuskan untuk hadiri, walau cukup berat bagi saya untuk datang, karena pelapasan burungnya dilakukan pagi hari. Saya sangat bermasalah dengan dengan bangun pagi, saya memaksa mata nutuk bisa terbagun di pukul 7 pagi. Dari rumah saya yang ada di kota singaraja membutuhkan waktu hingga 30-45 menit menuju Desa Sidatapa. 

Saya berhasil bangun pagi, dan bergegas menuju Desa Sidatapa. Sampai di depan Pura Bale Agung Desa Adat Sidatapa, puluhan warga nampak telah berkumpul, untuk ikut kegiatan melapasliarkan burung. hari itu 400 ekor burung akan dilepasliarkan. 400 ekor burung yang akan dilepasliarkan merupakan donasi dari donatur asal Desa Bondalem yang tinggal di Denpasar.

Saat para donatur datang membawa burung dalam box, warga langsung menyambut dan mebongkar box untuk sesegera melepasliarkan burung. Dengan rasa penuh keriangan warga yang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak berebut untuk melepasliarkan burung. Saya pun ikut berebut burung agar bisa ikut melepasliarkan burung. 

Setelah melepas burung, saya sempat barbicara dengan Bli Wayan, dan ia bercerita tentang kegiatan melepasliarkan burung ini, “pelepasliaran burung ini, sudah bli lakukan sejak 2014, kini telah menjadi hal yang mentradisi di Sidatapa. Burung-burung yang dilepas itu, kami yakini akan memakan hama ulat. Karena selama ini ulat yang sering mengganggu tanaman cengkih, di Sidatapa dan hasil pertanian meningkat,” 

Kegiatan pelepasliaran burung kini telah mentradisi bagi masyarakat Sidatapa, dan para petani mulai merasakan manfaat kdarai pelepasan burung, yang dilakukan oleh Wayan Ariawan. Para petani mulai tersenyum melihat pohon cengkih mereka mulai tumbuh dengan baik, bebas dari hama ulat dan hasilnya meningkat. Putu Darma salah satu petani cengkih yang kini selalu ikut setiap pelepasliaran burung bertutur kepada saya “Ada banyak pengaruhnya, soalnya dulu cengkeh banyak di serang hama ulat, sejak ada pelepasan burung sudah tidak ada gangguan lagi.

Setelah pelepasan burung, ulatnya sudah sedikit bahkan sudah tidak ada lagi. Dulu pohon cengkehnya tidak tumbuh dengan baik termasuk hasil bunganya, sekarang sudah tidak ada gangguan lagi” ungkapnya. 

Pelepasliaran burung yang dilakukan bagi saya, seperti ritual Ci Suak yang dilakukan para warga thionghoa yang ada di Buleleng Bali saat acara Cap Gomeh, mereka selalu melepas burung untuk membuang sial bagi mereka yang sionya ciong saat tahun baru Cina. Lepasliar burung yang dilakukan olles masyarakat Sidatapa mungkin merupakan bagian dari membuang sial, pasca berbagai tragedi berdarah yang sempat terjadi di 15 tabun silam. [T]

Share180TweetSendShareSend
Previous Post

Pedawa: Desa Tua, Rumah Tua, dan Anak-anak Muda yang Bergairah

Next Post

Tentang Kesaktian dan Kelemahan

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Tentang Kesaktian dan Kelemahan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co