29 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pelajaran Daur Ulang Sampah dari Rumah Plastik di Desa Petandakan

Dian Suryantini by Dian Suryantini
May 20, 2019
in Khas
Pelajaran Daur Ulang Sampah dari Rumah Plastik di Desa Petandakan

Kegiatan daur ulang sampah plastik di Rumah Plastik Desa Petandakan Buleleng

Begitu memasuki wilayah Desa Petandakan di Kecamatan Buleleng, Bali, saya disambut dengan hamparan sawah yang masih asri di kiri-kanan jalan. Meski lokasi desa itu tak jauh dari kota Singaraja, ibukota Kabupaten Buleleng, namun hamparan sawah itu tampak masih lestari, tak begitu banyak yang beralihfungsi menjadi pemukiman sebagaimana wilayah di desa pinggiran kota lainnya.

Jalannya pun tampak mulus. Di sisi jalan, tak tampak banyak sampah plastik sehingga pemandangan sawah dan pepohonan menjadi tampak jelas. Minimnya sampah plastik di tepi jalan desa itu mungkin saja berhubungan dengan keberadaan Rumah Plastik di desa itu.

Apa itu Rumah Plastik? Itulah yang ingin saya tahu kenapa saya harus masuk ke Desa Petandangan. Rumah Plastik itu berada di Dusun Pondok Desa Petandakan. Motor saya gas menuju dusun itu yang suasananya masih tampak alami. Sebelum saya masuk ke dalam rumah plastik, selintas saya menikmati suasana Desa Petandakan yang sedikit panas. Di depan rumah plastik ini terdapat bentangan sawah milik warga yang ditanami padi.

Saat saya tiba di rumah itu, pemiliknya sedang pergi. Sembari menunggu pemilik Rumah Plastik, saya menyempatkan diri bermain di atas pematang sawah dan berteduh di sebuah rompyok kecil di tengah sawah. Dari sana saya mengamati sisi luar Rumah Plastik yang dipenuhi dengan gunungan-gunungan botol plastik.

Sempat saya berpikir akan diapakan dan dibawa kemana sampah-sampah ini. Setelah beberapa lama akhirnya sang pemilik, Putu Eka Darmawan, pun datang. Dengan segera saya meloncat dari atas rompyok dan kembali menyusuri pematang sawah untuk menuju Rumah Plastik yang tepat berada di depan.

Desa Petandakan belakangan memang sering disebut-sebut sejak berdirinya Rumah Plastik itu. Desa Petandakan merupakan salah satu desa kecil yang ada di Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Luas Desa Petandakan hanya 136,720 Ha dengan jumlah penduduk 2.375 jiwa.  

Rumah Plastik adalah salah satu tempat untuk memproduksi cacahan plastik yang bisa di daur ulang. Semua jenis sampah plasti berupa botol bekas minuman maupun cairan lainnya bisa didaur ulang melalui Rumah Palstik dengan dicacah terlebih dahulu. Bahkan cacahan plastik tersebut didistribusikan ke luar daerah Bali hingga diekspor ke Negeri Tirai Bambu, Cina.

Rumah Plastik ini juga menjadi salah satu pemasok cacahan untuk pabrik plastik di daerah Surabaya. Untuk yang diekspor ke Cina akan diolah kembali menjadi suatu produk yang bernilai jual. Uniknya, plastik-plastik yang dicacah itu sesampainya di Cina diproses menjadi benang, dari benang menjadi kain dan dari kain itu akan menghasilkan produk baru. Namun sayang, sampah plastik seperti pembungkus makanan dan kantong plastik belum bisa ditangani di Rumah Plastik ini.

Rumah Plastik ini telah berdiri selama tiga  tahun sejak tahun 2016. Saat awal berdiri di tahun 2016, Rumah Plastik mampu mencacah sampah plastik hingga 200 ton. Tahun 2017 mencapai 500 ton. Dan hingga bulan Oktober 2018 telah mencapai 500 ton cacahan.

Saat memasuki rumah plastik saya melihat sekeliling. Mata saya tertuju pada beberapa pekerja yag sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing. Ada yang sibuk memasukkan botol-botol plastik bekas kedalam mesin pencacah, ada yang menjaga hasil cacahan pada mulut mesin, dan ada juga yang menjemur. Sementara dua pekerja lainnya yakni Dadong Wayan Sukasari dan Dadong Ketut Sinten nampak sibuk menyortir botol-botol plastik itu serta menguliti label dari botol-botol tersebut. saking sibuknya Dadong Wayan tak menghiraukan orang yang datang.

Dan saya pun kembali ke tugas saya. Di Rumah Plastik selain menjadi tempat pencacahan sampah plastik, juga menyiapkan tempat belajar bagi yang berminat untuk belajar tentang pengelolaan sampah plastik. Secara kebetulan saat itu Pemilik Rumah Plastik Putu Eka Darmawan juga sedang memberikan workshop kepada beberapa peserta, warga Desa Petandakan dan sekitarnya, tentang pengolahan sampah plastik di Rumah Plastik. 

Pesertanya bukan dari warga sekitar saja, ada juga beberapa bule yang merupakan mahasiswa ikut mendengarkan penjelasan dari Eka. Para peserta sangat tertarik, termasuk saya meskipun saya bukan peserta workshop. Diskusi pun dilakukan ditengah tumpukan sampah. Sangat sederhana dan bermanfaat. Meskipun berada ditengah tumpukan sampah yang menggunung, peserta workshop begitu santai dan menikmati.

Peserta workshop daur ulang sampah plastik di Rumah Plastik

Setelah itu, saya merasa beruntung dapat melihat langsung proses pencacahan yang dilakukan di Rumah Plastik. Botol-botol plastik yang jumlahnya ribuan itu dimasukkan ke dalam sebuah mesin yang besar. Dalam hitungan detik keluarlah plastik-plastik itu dalam bentuk pecahan kecil. Setelah itu hasil cacahan dijemur hingga kering dibawah terik matahari. Sesekali mata saya silau ketika melihat hasil cacahan yang dijemur itu. Mirip sekali dengan serpihan kaca bening. Berkilauan.

Setelah cacahan plastik benar-benar kering, cacahan itu dikemas ke dalam karung dan siap untuk didistribusikan ke tempat-tempat suplay dan diekspor ke Cina lewat kargo. Setiap sampah plastik yang dibawa ke Rumah Plastik memiliki harga yang berbeda-beda. Jenis botol pelumas kendaraan bermotor, dihargai Rp.150,- per botol. Jenis botol minuman kemasan, dihargai Rp. 1.500,- hingga Rp. 3.500,- per kilogram. Kendati pun masih terus berproses,

Menjemur cacahan sampah plastik di Rumah Plastik

Rumah Plastik yang ada di Desa Petandakan ini keberadaannya sangat membantu warga Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng. Selain lingkungan bersih dari sampah plastik, warga pun mendapat uang dari hasil penjualan sampah plastik ke Rumah Plastik. Selain itu, seluruh sampah plastik yang dicacah juga merupakan hasil kemitraan dengan bank sampah yang ada di Buleleng. Para penggelut bank sampah di Buleleng sangat terbantu dengan adanya Rumah Plastik. Bank Sampah dapat menjual sampah-sampah plastik kepada Rumah Plastik untuk dicacah.

Keberadaan Rumah Plastik ini mendapat respon positif dari pemerintahan Desa Petandakan. Produksi rumah plastik ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Petandakan. Menurut Kades Petandakan, Joni Arianto, produksi Rumah Plastik ini sangat tepat berada di tengah-tengah masyarakat terlebih lagi dengan adanya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik serta Instruksi Bupati Buleleng No. 367/DLH/2019 tentang Pengurangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai. Secara tidak langsung keberadaan rumah plastik dan kegiatan didalamnya mendukung adanya peraturan pemerintah yang menginginkan Buleleng serta Bali bebas sampah plastik.[T]

Tags: bulelengdaur ulang sampah plastikdesaRumah PlastikSampahsampah plastik
Share514TweetSendShareSend
Previous Post

Rumah Intaran, Inspirasi Kearifan Lokal dari Desa Bengkala

Next Post

Generasi Peduli Lingkungan dari Tulamben: Bank Sampah & Komunitas Rare Segara

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails
Next Post
Generasi Peduli Lingkungan dari Tulamben: Bank Sampah & Komunitas Rare Segara

Generasi Peduli Lingkungan dari Tulamben: Bank Sampah & Komunitas Rare Segara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co