14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
April 4, 2019
in Khas
Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…

Gietman Mountain Bike 2019 , bersepeda di alam, bertemu alam, mencintai alam (Foto: Gietman Foundation )

Bersepeda bukan sekadar olah raga kardio untuk melatih jantung. Dia adalah jenis olah raga yang kompleks. Dengan bersepeda kita bisa mencintai alam. Bisa untuk rekreasi. Itulah kenapa even bersepeda bisa dikaitkan dengan promosi pariwisata.

Saya termasuk beruntung menekuni hobi ini. Dulu, sekitar enam tahun lalu, saat sepeda lagi booming, saya dipaksa membeli sepeda gunung oleh teman-teman di kampung. Setelah setahun menggeluti hobi ini, kemudian hanya saya, Made Puja dan Dek Abet yang bertahan. Sedangkan tujuh teman saya yang lain, entah pada ke mana.

Seiring menyurutnya booming sepeda itu, surut juga semangat teman-teman yang lain. Ada teman yang menjual sepedanya, beberapa lagi menyimpan sepeda mereka di gudang masing-masing, sampai menjadi sarang laba-laba dan berkarat. Saya adalah korban dari hobi yang hangat-hangat tahi ayam itu. Tapi, tahi ayam saya tampaknya masih hangat sampai sekarang, dan saya masih eksis dan aktif bersepeda.

Akhir-akhir ini hobi bersepeda kembali merangkak jadi tren. Even-even fun bike diadakan di beberapa tempat. Tiap hari minggu sering ada acara fun bike. Bahkan bisa ada dua acara fun bike dalam sehari di dua kota berbeda, yang membuat para komunitas bersepeda bingung memilih. Angka penjualan sepeda ikut terkerek.

Banyak organisasi dan institusi yang tiba-tiba mengadakan fun bike, sambil menyelipkan tema lain yang positif. Seperti kementerian ESDM yang melakukan kampanye hemat listrik melalui acara fun bike. Pesan-pesan hemat listrik begitu efektif disebarkan lewat acara ini. Begitulah, bersepeda memang betul-betul kompleks.

Tersebutlah Yayasan Atlit Nusantara, yang konsisten mengadakan even bersepeda. Yayasan ini tidak terpengaruh oleh pasang surutnya hobi bersepeda. Walau booming sepeda surut, yayasan ini tetap ada dan aktif mengadakan even.

Yayasan yang diketuai Pak Wayan Kertayasa. Pak Wayan Wisnaya, Gede Cakra dan Kadek Dwipayana, para penghobi sepeda yang militan, juga ikut terlibat mengelola yayasan ini. Beberapa jenis even diadakan yayasan ini tiap tahun. Kalendernya penuh dengan acara bersepeda. Berbeda dengan acara-acara fun bike yang ringan, even-even bersepeda yang diadakan Yayasan Atlit Nusantara berskala lebih luas dan lebih serius.

Seorang pemula, yang masih hijau dalam dunia bersepeda, memang tidak disarankan ikut di acara ini. Seperti acara Bali Mountain Bike Marathon, yang diadakan kontinyu tiap tahun. Bersepeda cross country di seputaran Gunung Batur, di kaldera-nya Gunung Batur yang indah. Ini even yang berat. Medan cross country sepanjang 80 kilometer, naik dan turun. Sungguh menantang. Menguras ribuan kalori.

Even bergengsi ini diikuti para pembalap nasional dan internasional, untuk kategori Men Elite. Ada juga kategori master untuk peserta yang sudah berumur. Saya hanya bisa membaca ulasan lomba itu lewat internet. Itu betul-betul even yang sulit dan membuat nyali ciut. Jangankan meraih podium, mencapai finis dan memperoleh finisher medal saja susah. Konon, ada cerita, seorang peserta baru tiba saat panitia bersiap-siap mau pulang.

Yayasan ini juga tiap tahun menyelenggarakan roadbike tour, Bali Audax. Keliling Bali sepanjang 400 kilometer menggunakan sepeda balap. Para peserta dilepas di sebuah hotel di Nusa Dua, menyusuri jalanan pesisir pantai di Kabupaten Tabanan sampai Jembrana, kemudian finis etape pertama di pantai Lovina. Menginap di sebuah hotel di pantai Lovina.

Besoknya melanjutkan perjalanan etape ke dua lewat Bali Timur sampai ke Nusa Dua kembali. Pesertanya kebanyakan wisatawan mancanegara, bule-bule yang tentunya sudah terlatih bersepeda jarak jauh. Kalau ada bule yang masih pemula nekat ikut even ini, siap-siaplah diangkut dengan mobil. Even ini juga kadang diadakan di luar Bali, yang bernama Komodo Audax.

Even terbaru dari Yayasan Atlit Nusantara adalah Gietman Roadbike Tour. Menurut Pak Wayan Kertayasa, gietman berasal dari bahasa Bali giet dan dari bahasa Inggris man. Giet (megiet), mungkin semua orang Bali mengerti arti kata ini. Contohnya ekspresi ketika seseorang mengangkat beban berat, atau seorang ibu dalam proses melahirkan buah hatinya.

Jalur di Desa Kemetug, Selemadeg, Tabanan, salah satu jalur Gietman Mountain Bike 2019 (Foto: Gietman Foundation)

Gietman Roadbike Tour adalah tur sepeda sepanjang 100 kilometer, selalu start dari toko sepeda Rodalink yang merupakan pihak sponsor. Saat diperkenalkan gietman ini, para peserta sering sengaja menunjukkan ekspresi megiet dengan raut wajah lucu-lucu di depan kamera. Saya juga ikut melakukannya. Ketika melihat kamera dari jauh, saya pacu sepeda sekencang-kencangnya sambil megiet, tapi keburu ketawa…hehehe.

Dari awal sampai sekarang, saya selalu ikut di even ini. Biasanya setahun diadakan dua kali, Gietman seri 1 dan Gietman seri 2. Tempatnya berpindah-pindah. Kadang ke Bangli, kadang ke Jatiluwih, dan terakhir ini rute-nya Denpasar – Tukad Bangkung. Ini even tur dan juga lomba.

Dari Toko Rodalink Denpasar kita tur bersama-sama, kemudian di titik yang telah ditentukan ada lomba kecepatan sepanjang 4 kilometer. Ada aplikasi Strava untuk menghitung kecepatan para peserta, dan setiap peserta harus mengaktifkan strava-nya masing-masing. Aplikasi ini terhubung dengan GPS. Siapa yang mencatatkan waktu paling sedikit mencapai garis finis, dialah sang juara.

Saya hanya sebagai penggembira, tidak pernah berambisi mencapai podium. Maklum sudah tua, usia 42. Biarlah mereka yang muda-muda dan terlatih yang meraih itu. Yang penting saya bisa ikut gembira bersepeda, menikmati pemandangan sambil mencari kawan. Badan sehat, stress pun reda.

Even Bali Mountain Bike Marathon kemudian bermetamorfosis menjadi Gietman Mountain Bike, dengan jarak yang dipangkas. Berbeda dengan Gietman Roadbike Tour dengan medan jalan raya yang mulus,  Gietman Mountain Bike menggunakan sepeda gunung di medan off-road. Rute-nya mendekatkan diri dengan alam. Wisata sepeda yang digabungkan dengan lomba.

Rencananya Gietman Mountain Bike 2019 akan diadakan di  Tabanan. Di Kecamatan Selemadeg Timur. Di daerah ini banyak medan tegalan. Banyak lembah dengan pemandangan sawah yang indah. Jalan naik turun. Sebagai tuan rumah, saya pasti ikut. Tapi tentunya sebagai penggembira saja, untuk meramaikan, bukan berambisi meraih juara. Setidaknya bisa memperoleh finisher medal untuk menambah koleksi.

Jalur di Desa Manik Yang, Tabanan (Foto: Gietman Foundation)

Even ini sangat bermanfaat untuk Tabanan ke depan. Memperkenalkan Tabanan ke dunia luar. Apalagi banyak bule yang ikut. Ini bisa menjadi paket wisata bersepeda nantinya, sehingga ada banyak pilihan paket wisata bagi pelancong yang datang ke Bali. Wisatawan semakin banyak yang datang, menghabiskan dollar mereka di sini, dan menjadi sumber pemasukan devisa bagi negara untuk menggeliatkan perekonomian.

Terbayang asyik dan serunya even Gietman Mountain Bike 2019 yang untuk pertama kali diadakan di Tabanan nanti. Beramai-ramai membelah persawahan di lingkungan Selemadeg, sambil memancarkan aura hidup sehat, agar hobi bersepeda tetap booming. Peserta diperkirakan mencapai 200 orang.

Tanpa pikir panjang saya mendaftar, membayar lewat transfer rekening. Moga-moga tidak ada halangan, sehingga di hari H saya betul-betul bisa hadir. Dan pasti, di akhir acara saya akan menulis tentang acara ini sesuai sudut pandang saya.

 Yuk, teman-teman, ayo kita ikuti Gietman Mountain Bike 2019 yang akan diadakan di Tabanan, tanggal 21 April 2019 ini. Jangan sampai ketinggalan. Percayalah, Tabanan sebagai lumbung padi, menyimpan pemandangan persawahan yang indah. Sambil bersepeda kita mendekatkan diri dengan alam. Kita butuh menghirup oksigen bersih. Mengakrabi sawah. Yok ayo! [T]

Tags: balap sepedabaligowesolahragaSelemadegsepedatabanan
Share167TweetSendShareSend
Previous Post

12 Naskah Teater Karya Bung Karno: Soekarno, Frankenstein & Indonesia Tanpa Nyawa

Next Post

Bissu; Waria Sebagai Pemuka Agama Dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Bissu; Waria Sebagai Pemuka Agama Dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co