8 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Mahasiswa jadi Ayah, Kuliah Nyambi Kerja, Dunia Terasa Keras

Ricky Mahendra by Ricky Mahendra
March 13, 2019
in Esai
Kisah Mahasiswa jadi Ayah, Kuliah Nyambi Kerja, Dunia Terasa Keras

Ilustrasi foto diolah dari sumber di google

Hari itu, Selasa 12 Maret. Pagi hari aku bergegas ke Obonk. Bekerja. Kerja membantu Bli Komang mempersiapkan berbagai perlengkapan untuk berjualan.

Perlengkapan sudah siap. Bli Komang sudah buka. Aku pulang. Di rumah kudapati istriku sedang makan. Bukannya menawari aku makan, dia cuek tanpa menanyakan keadaanku yang lelah usai bekerja. Aku tidak mempermasalahkannya.

Aku ngeloyor ke kamar mandi untuk buang air kecil.  Di kamar mandi kulihat banyak cucian. Spontan  aku mencucinya. Tanganku mengembang dan mengelupas. Mungkin penyebabnya karena aku kebanyakan mencuci.  Karena di Obonk pun aku juga mencuci piring.

Dengan keadaan letih aku mencuci, aku tiba-tiba mendapati dalaman istriku. Terbersit dalam benakku, sebegitu capekkah istriku sehingga menyuci dalamannya pun tak sempat.

Aku ingin marah. Namun, mengingat betapa memang berat seorang istri yang merawat bayi dan sedang menyusui,  aku tersadar. Aku tak ingin marah dan membentak istriku. Aku tak mau istriku tertekan dan kemudian berpengaruh pada ASI yang diminum anakku.

Usai mencuci, Kembar, temanku, yang kusebut Bos Depeha, menghubungiku dan menanyakan keberadaanku. Ia mengajakku membuat tugas kuliah di kosnya. Tanpa pikir panjang aku bergegas menuju Jalan Sahadewa, tempat kos temanku. Aku berkutat dalam kosnya. Membuat tugas. Hingga akhirnya selesai jam 2 siang.

Aku buru-buru balik ke kos sendiri, karena jam tiga aku harus kuliah.

Sesampai di kosku, aku melihat istriku sedang memompa ASI yang dia persiapkan untuk anakku. Aku membantunya untuk memompa, namun tak banyak ASI yang bisa keluar dari payudaranya. Itu membuat pikiranku kacau, aku khawatir anakku tak mendapatkan asupan yang cukup. Muncul keinginan untuk membelikannya susu, walaupun sejujurnya aku tak ingin memberikan bayiku susu formula.

Terasa aman, aku bersiap kuliah. Anakku tertidur lelap, dan berharap tak akan menangis. Kuliahku tak perlu dibahas, karena tak ada satu pun kata-kata dosen yang aku ingat, mungkin di pikiranku sedang berkecamuk banyak hal.  

Setelah kuliah usai, aku pergi dengan sohibku. Dia teman yang selalu setia menemaniku ke mana pun dan dalam keadaan apa pun. Namanya Denok. Kami pergi ke rumah Bli Egar untuk memberikan uang DP rumah. Aku berbincang ditemani teh javana dan sebatang rokok.

Banyak hal yang kami bahas. Hal paling kuingat adalah sebuah pesan: “Bertemanlah dengan apa adanya, ketika kamu tidak punya ya katakan saja sejujurnya tidak punya. Agar tak ada kecanggungan yang muncul”

Sepulang dari rumah Bli Egar aku singgah di pasar senggol untuk membelikan istri tercintaku lauk makan.

Di warung pasar senggol, kusempatkan juga mengobrol dengan Denok tentang beberapa hal. Antara lain tentang orang cerdas yang tak mau berinteraksi dengan lingkungannya. Ia juga menegurku agar tak terlalu protektif terhadap anak. “Jika Tuhan berkendak untuk membuatnya sakit, misalnya sebagai proses adaptasi dalam tubuhnya, ya, si bayi akan sakit, walaupun seberapa protektifnya kamu terhadap anakmu,” ujarnya.

Melihat jam, ternyata pukul 18:30. Aku mengajaknya beranjak dari warung itu. Karena menjelang malam itu aku harus kuliah TIK.

Sesampainya di kosku, aku mendapati anakku sedang digendong neneknya dan istriku keluar membeli lauk. Aku duduk sebentar sembari mengelus Putu, anakku. Bersamaan dengan itu, aku melihat Radipa, teman kuliahku bersiap berangkat kuliah dan akupun memintanya untuk barengan, karena motorku dipakai istriku.

Aku berangkat dan tibalah di kampus.  Dosen yang mengajarku Pak Laba. Dia sosok dosen yang aku sukai. Dia baik, ramah dan tak suka memintaku mencari jurnal seperti Pak Su. Sama seperti kuliah tadi sore, pada kuliah jelang malam ini pun tak banyak pelajaran yang kudapat karena pikiranku entah di mana.

Aku pulang kuliah jam 20:42.  Sesampai di kos aku cepat-cepat ambil makanan, tentu karena lapar. Jam 9 malam aku harus berangkat kerja.

Sebelum berangkat kerja sempat kulihat temanku bermalas-malasan di kasur dengan HP-nya, sedangkan pada saat itu juga aku harus pergi bekerja untuk menambah uang bekalku.

Melihat teman yang santai dengan keadaannya yang seperti tanpa beban, di hati ini timbul rasa iri. Namun aku meyakinkan diriku dan percaya bahwa suatu saat nanti aku akan sukses dengan perusahaanku. Dan aku bayangkan, dia, temanku itu, sedang membuat CV (curriculum vitae) untuk melamar pekerjaan di kantorku.

Di Obonk, di tempat kerjaku, aku disapa dengan ramah oleh Bli Komang. Ia mengira aku tak akan datang karena aku sibuk kuliah. Aku merasa tak enak dengan kebaikannya, dia selalu menampung keluh kesahku dan memberikanku solusi.

Setelah selesai mencuci piring ia menyuruhku untuk segera pulang dan beristirahat. Aku berterimakasih atas kebaikannya.

Sesampai di kos aku melihat istriku tertidur lelap dan Putu ada di sampingnya. Istriku tak menyapaku, dia hanya mengintip dan melanjutkan tidurnya. Aku tak ingin mengganggunya, aku berinisiatif untuk mengambil kursi di luar untuk kujadikan kasur. Aku tidur di atas kursi. Kurasa tulangku nyeri beradu dengan kursi kayu.

Tibalah saat aku mengambil HP dan mengetik kegiatanku pada satu hari yang sibuk itu. [T]

Tags: Keluargakuliah sambil kerjamahasiswaPendidikan
Share14TweetSendShareSend
Previous Post

Hyang Ibu

Next Post

Father

Ricky Mahendra

Ricky Mahendra

Mahasiswa PGSD Undiksha. Sedang merangkap jadi ayah

Related Posts

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails
Next Post
Father

Father

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co