24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Harian Sugi Lanus# Wabah Difteri Dalam Lontar Usada?

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

Sumber Foto Kelor/Moringa: https://greenharmonyid.com/

 

“Silahkan ikuti vaksinisasi dengan teratur”, demikian anjuran pemerintah sekarang dalam menghadapi wabah Difteri.

Tapi bagaimana dengan di masa lampau? Apa yang disebutkan dalam lontar Usada?

Untuk orang Bali, jawaban sederhananya (untuk pencegahan dan meningkatkan daya kekebalan tubuh terhadap serangan bakteri): Perbanyak makan jukut kelor (sayur daun kelor dengan bumbu bawang putih diperbanyak, dan garam secukupnya. Ingat: TIDAK ditambahi penyedap rasa/ micin/ MSG).

Kenapa demikian?

Bakteri Difteri dan wabahnya bukan hal baru. Jika kita buka-buka buku atau lontar Usada, terkait dengan gejala wabah Difteri, kelihatannya ada disebutkan gejala-gejala yang sama:

– Ada sejenis dahak abu-abu menutupi bagian belakang tenggorokan, membuat sulit bernapas.
– Gejalanya termasuk sakit tenggorokan, demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan lemas.

Pada lontar Usada Rare disebutkan berbagai gejala ketidaknormalan bernafas lanjutan pada bayi sampai berbuih dan mual-mual.

Gejala serangan bakteri itu, dalam lontar-lontar, tidak disebut penyebabnya adalah bakteri, tapi: Upas Warangan, kadang disebut Cetik atau Jampi-Jampi. Wabah disebut grubug.

Usada Rare menyebutkan:

– Obat untuk bayi menderita sakit perut kaku, di hulu hati membengkak, sarananya adalah: Buah sirih, temulawak, ginten hitam, untuk diminum. Dan sebagai obat sembur adalah: Kunir, laos, lampuyang, diiris tipis diramu dengan sinrong. Sarana obat untuk dihirup oleh si pasien adalah: Laos, cendana, sedikit air kapur, air jeruk nipis. Dan sebagai obat sembur untuk si pasien adalah: Kulit pohon tibah, daun limau, kunir warangan, ketumbah, garam yodium, disembur pada hulu hati si pasien.

– Obat untuk bayi menderita mual-mual dan mengeluarkan buih adalah: Kulit pohon bunut bulu, bawang, adas diramu untuk diminum. Dan sebagai obat semburnya adalah: Bangle, kencur, akar kelor, semua sarana itu dipanggang.

– Obat untuk bayi menderita penyakit jampi mual-mual adalah: Laos kapur, garam, santan kane, didinginkan, lalu diminum.

– Obat untuk bayi menderita mual-mual dan sesak di hulu hati, sarananya: Temulawak dicampur madu, diramu dengan sarilungid, lalu diminum.

– Obat untuk bayi mual-mual dan sesak di hulu hati, sarananya: 3 irisan laos, bawang putih, kapur sedikit, diramu untuk diminum.

– Obat untuk bayi menderita panas dan henek di hulu hati, sarananya: Daun kasine, adas, banyu tuli, diramu untuk diminum.

[CATATAN: Hati-hati mencoba meramu sendiri, dan perhatikan nama-nama pohon dan ramuan itu dalam bahasa Bali, cek dan ricek pada ahli usada sebelum mencobanya, jangan mencobanya kalau tidak pernah atau berpengalaman dalam loloh dan ramuan. Gunakan untuk pencegahan, tidak dianjurkan untuk pengobatan pada pasien yang telah terpapar parah].

Jika kita bandingkan dengan literatur kedokteran modern, “Jika dokter menduga difteri, anak yang terinfeksi atau orang dewasa diberikan antitoksin. Antitoksin, disuntikkan ke pembuluh darah atau otot, menetralkan racun difteri yang sudah beredar di tubuh. Sebelum memberi antitoksin, dokter mungkin melakukan tes alergi pada kulit untuk memastikan bahwa orang yang terinfeksi tidak memiliki alergi terhadap antitoksin.

Orang yang alergi pertama-tama harus tidak ‘peka’ terhadap antitoksin. Dokter melakukan ini dengan awalnya memberi dosis kecil antitoksin dan kemudian secara bertahap meningkatkan dosisnya.” Atau dengan “diobati dengan antibiotik, seperti penisilin atau eritromisin. Antibiotik membantu membunuh bakteri dalam tubuh, membersihkan infeksi. Antibiotik mengurangi hanya beberapa hari lamanya orang yang difteri menular.” *

Tampaknya lontar Usada Rare memberikan beberapa herbal yang disinyalir sebagai ‘antitoksin-antibiotik alamiah’ seperti disebutkan di atas: Bangle, kencur, akar kelor, laos kapur, garam, santan kane, kulit pohon tibah, daun limau, kunir warangan, ketumbah, garam, buah sirih, temulawak, ginten hitam, dan seterusnya.

Petunjuk Usada Rare memang harus dipelajari dan diramu oleh yang punya pengalaman membuat boreh, suwuk, dan loloh, yang paham cara meramunya.

Adakah resep sederhananya?

Silahkan terapkan beberapa resep aman di bawah ini sesuai dengan kandungan lontar Usada Rare (yang sudah dipraktekkan juga tidak hanya di Bali)** sebagai berikut:

1). Daun kelor (moringa) + bawang putih. Bisa dijadikan ramuan, atau sup, atau bentuk sayur urab.
2). Madu + lemon/ jeruk nipis/ sitrun (diperas) + air hangat. Ini bisa langsung diminum, baik untuk anak-anak dan orang dewasa.
3). Garam +air hangat; diminum untuk pengurangi sakit tenggorokan.

Semua ini (resep sederhana di atas) disebutkan melegakan pernafasan dan membantu mencegah dan bisa efektif mengobati jika gejala awal pernafasan terganggu yang ditandai dengan perasaan sakit di tenggorokan. Resep di atas sebagai penanggulangan (pengobatannya tahap awal) sakit tenggorokan (salah satu gejala serangan bakteri Difteri) dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan bakteri.

Mengingat bakteri Difteri dan wabahnya sangat serius, jangan coba-coba jadi dukun kagetan atau ‘balian supret’, maka: Jika Anda mendapati orang sekitar dengan gejala atau telah diserangan Difteri, sudah pasti dan mengkhawatirkan Anda, silahkan langsung ke rumah sakit terdekat dan pastikan diterapi atau ditreatment dengan serius oleh pihak rumah sakit karena wabah ini jika sampai terlambat atau salah penanganan berakibat kematian.

Rekomendasi saya:

Isi lontar Usada (harus dipelajari dan cross-check dengan penelitian-penelitian herbal terkini) sebaiknya dipakai hanya untuk pencegahan atau sebagai usaha meningkatkan daya tubuh pencegahan terhadap serangan bakteri. (T)

* Sumber: https://www.mayoclinic.org/…/diagnosis-treatme…/drc-20351903

** Silahkan bandingkan dengan sumber informasi natural homeremedies atau pengobatan herbal lainnya, silahkan buka:

  • http://www.natural-homeremedies.org/…/home-remedies-for-re…/
  • http://www.natural-homeremedies.com/…/natural-cures-for-di…/
  • https://www.organicfacts.net/…/home-remedies-for-diphtheria…

Catatan Harian, 13 Desember 2017.

Tags: lontartanaman obat
Share14TweetSendShareSend
Previous Post

Komunitas Cemara Angin Berproses, Sedikit demi Sedikit Menjadi MAS

Next Post

Menjaga Gunung Agung, “Tremor” jadi Hiburan – Cerita dari Pos Pantau Rendang

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post

Menjaga Gunung Agung, “Tremor” jadi Hiburan – Cerita dari Pos Pantau Rendang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co